Einstein’s Dreams

April 25th, 2007

I just realized I never posted this review, one of my favorite books I’ve read so far, and one of the most beautiful. Here you go.

Ini salah satu buku favorit saya. Terdiri atas penggalan-penggalan mimpi, atau imajinasi, tepatnya, tentang waktu, dan apa yang terjadi kalau waktu tidak berjalan seperti normalnya waktu yang kita jalani sekarang ini. Kalau kamu membayangkan suatu cerita yang berjalan dengan kronologi waktu tertentu, misalnya dari awal sampai akhir, atau mungkin dengan flashback sesekali, segeralah tinggalkan harapan itu sebelum membaca buku ini.

Misalnya begini. Satu bab yang diberi judul 14 April 1905. (Cuplikan ini saya ambil dari buku terjemahan, meskipun saya membaca versi bahasa Inggrisnya.)

"Andaikan waktu adalah suatu lingkaran, yang mengitari dirinya sendiri. Demikianlah, dunia mengulang dirinya sendiri, setepat-tepatnya, dan selama-lamanya.
Jadi semua kejadian akan terulang lagi pada suatu titik di masa depan, tanpa disadari para pelakunya. Barangkali mereka samar-samar merasa ingat, tapi tak pernah tahu pasti. Setiap ciuman, setiap jabat tangan, setiap tangisan, akan berulang."

Ada bab lain di mana waktu adalah dimensi yang bisa dilihat. Orang yang sudah renta bisa melihat masa kecilnya; dia tinggal memalingkan kepalanya ke belakang. Kalau ia menatap ke depan, ia akan melihat kematian.

Ada pula bab yang mengandaikan semua orang tahu dunia akan berakhir pada tanggal tertentu. Maka yang terjadi, semua orang melakukan kebaikan, demi waktu yang tinggal sedikit itu.

Di dunia lain, waktu hanya berupa bayang-bayang. Semuanya tergantung-gantung di udara.

Buku ini mengajak kita berangan-angan, berandai-andai, membayangkan dunia yang sama sekali berbeda dengan kondisi dan asumsi dunia yang kita jalani ini. Membuat kita bertanya-tanya apakah ada manusia "dunia lain" yang membayangkan waktu seperti yang kita jalani, linear, berjalan terus ke depan. Atau barangkali kita malah akan bertanya-tanya: Siapa tahu sebenarnya kita bisa kembali ke masa lalu? Hanya saja dalam dunia ini kita tidak bisa seketika itu saja melihat dan melompat ke belakang?

Apa pun yang terjadi, senang rasanya memanjakan imajinasi, meski bukan imajinasi kita sendiri. Di sinilah kita akan merasa berbahagia, karena tidak semua orang merdeka, bahkan dalam imajinasinya.

Terjemahan buku ini berjudul Mimpi-Mimpi Einstein, KPG, 1999. Jangan terlalu khawatir buku ini akan membahas teori fisika Einstein yang njelimet. Kita justru akan banyak belajar tentang hipotesis fisika melalui karya literatur.

Flats Fever II

April 18th, 2007

Marcjacobs   Aarrgh! This is Marc Jacobs.

Flats Fever

April 17th, 2007

I am so not worthy of my name. Shoegirl? I gotta change my name to Not-So-Shoegirl-Anymore-Ain’tcha?.

As some of you might have known, I’m a late comer in the world of ballet flats. Some time ago I found out that apparently I CAN wear flats and still look good in them. Before that, I had never even glanced at them, those flat-at-the-bottom round things with bows [!]. I had never felt the need to deign myself and spare my precious browsing moments.

But since that time of revelation, I humbly had a chance of heart. Not a convert, no–I’m still crazy about sky high stilettos. But this is a whole new world! This is a brand new uncharted territory! [Well, for me at least.] I mean, look at those!–in every made, every color, every possible adornment. And I’d been blindsided all those times!

[Sigh.] So.

Here’s what I’ve got since then:

  • orangey leathery flats with little studs, with a small spreading hole under the right big toe from those early manic days of denim-skirt-and-flats
  • Guess metallic pointy flats I bought the second day of the euphoria
  • black shiny leather with elastics [think Tods] flats I bought about 2 weeks ago
  • dark brown with shiny dark brown trim from a friend

Just so you know, it required great sacrifices and self-control for not crazy-buying all those pretties out there. So I allow myself to list those I’m still drooling over:

  • red patent leather peeptoe flats from Nine West
  • chocolate brown buttery-leather flats from… uh I forget the brand, some quasi-Italian name at Metro… but they’re yummy nonetheless
  • buff-colored flats from Nine West, so buff they dissapear in the naked eyes
  • silver elastic flats from an obscure brand at Metro

See, I limit myself to neutrals, except those red peeptoe–it’s just too yummy. And I didn’t even mention designer brands, so you have to admire my self-restrain.

And that, my friends, is my story. I am now humbly signing off as Shoegirl and girding myself for your mockery and contempt. [Not at the face, please. And no rotten eggs!]

Visual DNA

April 4th, 2007

Imagini

I found Imagini website and took this personality test, a VisualDNA test. Instead of asking you questions, they give you these pictures, to describe how you feel about, let’s say, "Art is…" or "Love is…" and "What excites you…"

[My personality turned out to be Easy Rider, Escape Artist, New Wave Puritan (!), and Love Bug.]

It’s fun, try it.